BUNUH DIRI MASSAL 2012 ( part.2 Alasan Bunuh diri ) ~ pratamagta

Friday, January 13, 2012

BUNUH DIRI MASSAL 2012 ( part.2 Alasan Bunuh diri )


lanjutan dari BUNUH DIRI MASAL 2012 PART 1
Seperti hari-hari belakangan ini, batre handphone saya lebih cepat habis dari biasanya, telepon masuk setiap satu menit sekali, bahkan saat tengah online, masih juga ada telepon yang mengganggu via nada sela. Mereka yang beruntung, akan langsung bisa berbicara dengan saya, seperti suara yang satu ini, suara cewek;

Halo?
Ya...
Saya mau...
Maaf, aku segera menyela kata-kata si cewek. Peserta kegiatan Bunuh Diri Massal ini hanya untuk laki-laki, ujarku.
Oh tentu, saya bukannya hendak mendaftar, tapi ingin mewawancari Ketua Panitianya.
Ups, begitu ya? Baiklah. Apa pertanyaannya?

Kenapa anda bisa sampai punya gagasan untuk mengadakan kegiatan Bunuh Diri Massal itu?
Hmm, kata saya sedikit memutar otak. Begini, Orang-orang yang menabrakkan diri pada kuda besi yang tengah melaju dengan kencang! Sejak kecil, saya selalu menemukan potongan tubuh manusia yang tercerai berai disantlap kuda-kuda besi yang tak mampu berhenti mendadak itu. Kuda-kuda besi yang lajunya dilindungi undang-undang, sehingga kapan pun di hendak lewat, semua harus berhenti. Setiap pagi, siang, sore, malam, saya selalu melihat orang-orang berkerumun di jalur kereta api. Semua bahu-membahu mengumpulkan potongan tubuh manusia, darah berceceran. Orang-orang yang bunuh diri. Hampir setiap hari. Selalu menghantui saya setiap malam. Mimpi buruk saya saat tidur. 

Hingga saya selalu punya pertanyaan dalam benak saya sejak kecil.
Apakah itu?

Ketakutan apa yang menghinggapi orang-orang yang bunuh diri itu, sehingga mampu mengalahkan ketakutan mereka saat memutuskan untuk berdiri dihadapan kuda besi yang melaju kencang dan meremukkan tubuh mereka?

Bisa diulang? Halo? Putus-putus mas...
Ketakutan seperti apa?
Saya, sampai sekarang, tak pernah menemukan jawabannya.
*

Semuanya laki-laki. Peserta acara akbar ini, harus laki-laki. Dan, saya memutuskan untuk menyeleksi satu demi satu, mereka yang mendaftar pada acara ini;

Ratusan bahkan meningkat menjadi ribuan, sejak iklan televisi Bunuh Diri Massal itu disiarkan di televisi; BUNUH DIRI ADALAH PERBUATAN! Formulir pendaftaran mengalir terus dengan deras. Meja kerja saya menjadi tenggelam oleh tumpukan formulir. Dan saya sudah bertekad, untuk membaca satu-demi-satu formulir-formulir itu. Mataku langsung tertuju pada kolom isian, alasan kenapa mereka ingin ikut acara Bunuh Diri Massal ini;

ANDI;
Saya tak sanggup lagi hidup di dunia, saya menderita leukimia.

SOFYAN;
Hidup sangat berat. Harga-harga mencekik dan membuat saya tak mampu lagi mencukupi kebutuhan keluarga saya. Biarlah saya mati bersama-sama kalian!

ANWAR;
Saya ingin membantu negara ini mengurangi angka pengangguran.

Saya cuma mau mati. MATI! HIDUP MATI!

YOSEP;
Memang, apa enaknya hidup di negeri ini?

JATMIKO;
Saya tinggal sebatang kara dan sakit-sakitan. Dari pada merepotkan.

BAMBANG;
Saya menanggung banyak hutang. Ijinkan saya mati.

EKO;
Negeri ini, negeri yang subur tapi tak mensejahterakan, menjadi rakyatnya bagaikan hidup di neraka. Jadi, lebih baik saya ke neraka yang sebenarnya bersama kalian.
*

Sekian ratus lembar formulir sudah saya baca.
Sekian ratus alasan sudah saya simak.
Tapi hati saya merasa kosong, ada jawaban yang saya harapkan, tapi tak saya dapatkan di lembaran-lembaran formulir itu. Hey, kita mau mati bersama-sama, tidakkah ada yang ingin mati karena alasan tak bisa membanggakan orang tua??

Apakah itu tak lagi menjadi alasan yang indah untuk mati?
Sialan keparat! Kenapa nggak ada yang ingin mati karena orang tua atau  Demi cinta? Dasar keparat semua! Saya mengobrak-abrik tumpukan kertas diatas meja. Hingga membuat Susi, sekretaris panitia mendobrak pintu masuk ruangan saya.

Ada apa pak?
Coba kamu perhatikan lagi semua alasan peserta.
Cek satu persatu, jika ada diantara peserta itu yang menyatakan bahwa alasan bunuh dirinya karena tak di hargai orang tuanya. Kamu bilang ke saya, mengerti?
Susi mengangguk.
*

Susi yang baik, kata saya seraya tersenyum, saya ingin menemukan orang yang mau mati karena tak bisa membanggakan orang tua atau karena cinta..... Dan semoga ada.
baca selanjutnya silahkan KLIK DISINI

Beri tanggapan klik DISINI ya, jangan pelit - pelit
kembali ke PESAN PENULIS