Saya,
mengeluarkan kartu nama saya. Tertera jelas nama dan jabatan saya di kartu itu;
Ketua Panitia Bunuh Diri Massal 2012.. dan setiap orang yang saya temui, saya
bagikan kartu nama itu. Target saya adalah orang – orang yang berwajah sayu,
bermuka pucat, mimik wajah yang putus asa. AAHH saya adalah pahlawan bagi
mereka, dari pada kita hidup dengan penuh keputus asaan, mari kita bersama sama
berpartisipasi dalam acara paling akbar di tahun ini. BUNUH DIRI MASSAL 2012.
Bersama saya
Dan ternyata sambutannya luar biasa,
handphone saya yang nomornya tertera di kartu nama saya itu, hampir setiap saat
berbunyi, menanyakan apakah masih ada tempat untuk mereka yang ingin berpartisipasi,
oh tentu saja, saya akan menggelar event akbar ini di Lapangan Monas. Tentu
saja ribuan orang boleh berpartisipasi, tidak ada istilah kehabisan seat,
setiap orang berhak untuk memutuskan hidupnya mau diakhiri sekarang atau nanti,
menyerah pada takdir atau memutuskannya sendiri, hidup adalah sebuah pilihan
bukan?
Maka, suatu pagi yang kelam dan
sendu, dengan rintik gerimis hujan yang jatuh berebutan, saya mendapatkan ide
dahsyat itu. Kegiatan akbar bunuh diri massal 2012 ini harus bisa masuk Museum
Rekor Indonesia, semua orang harus melihat kegiatan akbar ini sebagai sejarah,
sejarah bahwa kehidupan membawa keputusasaan. Ya, keputusasaan adalah panglima
komando tertinggi dalam acara ini. Maka, agar dilirik MURI, saya bermimpi
ribuan, bahkan jutaan orang terlibat dan memeriahkan acara akbar ini. Akhirnya
saya mengangkat telepon, memesan ribuan spanduk dan merancang iklan televisi
serta iklan cetak. Berapapun biayanya, akan saya bayar setelah kegiatan selesai
dilaksanakan.
Jadi, kalau kamu laki-laki, dan
hatimu hancur berkeping tanpa sisa. Kenapa kamu nggak ikut acara saya ini?
Bunuh Diri Massal 2012. Tak ada uang pendaftaran untuk berpartisipasi,
syaratnya hanya satu untuk ambil bagian dalam acara ini, kamu haruslah
LAKI-LAKI dengan hati yang tak ada lagi!
Sekarang, saya akan beri kamu waktu
untuk berpikir, mau ikut acara ini atau tidak. Nanti, saya lanjutkan lagi.
Berpikirlah, dari sekarang. Karena hidup adalah menentukan pilihan...
Perhatikan sekali lagi kartu nama
saya; Ketua Panitia Bunuh Diri Massal 2012. Artinya, saya akan didepan,
memimpin acara itu dilaksanakan. Gimana, ikut?
baca lanjutannya, klikdisini
Beri tanggapan klik DISINI ya, jangan pelit - pelit
baca lanjutannya, klik
Beri tanggapan klik DISINI ya, jangan pelit - pelit
kembali ke PESAN PENULIS