pratamagta

Sunday, June 29, 2014

Aku Letih

 Aku tetap bersimpuh di balik batu yang menggunung di pinggiran sungai.
Aku tetap setia menunggu kehadiran bintang dalam setiap malam, cahaya surya dalam setia paginya.
Aku menyusuri sungai itu dan mengambil sepercik air. Kemudian aku meminumnya.
“Mengapa rasa air itu berubah? Mengapa tak semanis dulu? Mengapa berubah menjadi masam? Apakah dirimu baik-baik saja? Apakah engkau sakit?”.
Aku kembali membatu di gundukan pasir bersama sejuta tanya dan keping risau dalam jiwa. Namun air itu tak kunjung menjawab lontaran tanyaku.
Pelangi menghitam, gemuruh berdayuh dan langit pun memberontak seakan marah pada jagad.
 Meskipun menyisakan warna biru dalam titik terangnya. Garis cakrawala meredup dan akhirnya hilang.
 Gelap mataku memandang jauh deburan sungai. Dimanakah semesta saat itu? Tak ada tempat aku berlindung di antara gebyuran pilu.
Aku mengikuti ilmu embun yang setia dengan pagi. Aku menunggu di depan pintu jingga.
Memandang sebuah photo yang tersenyum indah di balik kaca jendela. Rasaku tak berubah, meskipun rasa air sungai telah berubah menjadi masam.
Inginku beri beberapa kilogram gula agar air itu berubah menjadi manis kembali. Tapi apalah daya kekecewaan masih menemuiku dan tak kunjung pergi.
Aku tak pernah menyesali kesetiaanku padamu, karena aku yakin suara itu akan kembali menenangkan riuhnya ombak yang menghantam bebatuan pinggiran sungai.
Jika hakim mengetuk palunya, tak usah kau pertanyakan siapa yang bersalah, karena itulah aku.
 Aku tak mampu membendung air yang mengalir di sungai kita. Kini air itu berlimpah ruah menyusuri telaga dalam.
Bahkan menjadi istana milyaran ikan dan penghuni air lainnya.
Monumen itu semakin kuat merangkul indahnya perempuan berkerudung putih. Mungkin malaikat tak sudi mengecup lagi meskipun kening telah membekas karena terlalu lama bersujud.
Sudah, berhentilah menungguku, karena itu akan menyisakan luka nan lara.
Aku lelah dengan sajak-sajak yang kau kirim lewat aliran sungai itu.
Aku letih mendengar rintihanmu tentang peta jalan raya hidup yang tak bertujuan.
Aku telah menemukan kejora di pemondokkan swakarsa.
Aku telah berlabuh dan takkan kembali berlayar dengan sampan tua yang menepi di pintu jingga.

Sunday, June 1, 2014

Senja kota Jogja

Senja kota ketika rasa mulai terasa
beriris pedih seiring getir mendera
perlahan biru kuning meninggalkan merah merona
sudah sejak siang tadi awan tak mampu terhempas

merangkak melintas batas
menjelma meniru surya
wahai pemilik dusta
mengapa masih saja tertahan selembar kertas?

saya memiliki rasa?
rasa saudara itu milik siapa?
lantas saudara itu di pihak mana?

terlihat lagi gumpalan getir menderu
menggetarkan lagit yang kian memerah
merekah lagi bunga langit
menetes lagi mewakili setiap jeritan

setiap celcius drajat tak terhitung
setiap langkah yang di paksa melangkah
selamat sore kota jogja
maaf aku tak sempat menatap senja mu

Sunday, May 25, 2014

Aku Adalah Kematian "Sebuah Pagi dan Seorang Lelaki Mati"















.....................................................................
Title “Sebuah Pagi dan Seorang Lelaki Mati”

From the book “lelaki yang membelah bulan”
....................................................................

Sunday, March 9, 2014

Mampukah Aku ketika Rasa

sejuta tetes ketika rasa
mengalir pelan ketika waktu
derai bicara menatap kaca
bak mentari tertahan mendung kelabu

mampukan aku ketika rasa
memaknai arti sebuah kata
mengartikan rasa tanpa bicara
biarkan aku berdiri bersama waktu

berjalan gontai menelusuri sisa sisa hujan
jalan basah masih mampu ku rasa
lelah hati merajut tawa
lelah isyarat memakna kata

jika nanti ada hari
dimana aku mampu tertawa
biarkan aku memaknainya
memaknai setiap tawa yang ku cipta.

Ketika Makna



Keindahan cinta tak terkira dan aku tak pernag mengira ngira seberapa indah cinta itu . malam semakin malam, tanpa ada dirimu disisi. ku mohon pada dirimu jangan dustai hati dan cintaku.tetaplah jaga apa yang kita rasakan bersama ini .Lembut nya embun pagi menyapa hati dan cintaku , seolah tak berhenti berharap akan cintamu. Manisnya cintamu dan indah senyum bibirmu menambah rasa cintaku kepada dirimu . dunia maya adalah awal cerita kita yang tak pernah kulupa sepanjang hidupku . perkenalan ku dengan dirinya membawa arti kebahagian dalam hidupku. Perbedaan pendapat membawa kita pada jurang kehancuran.

Maaf ini sudah menjadi keputusan ku dan harus pergi untuk kesekian kalinya , dan aku pun tak bisa berbuat apa – apa hanya kata maaf ku bisa ku ucapkan padamu.

Jujur ,kau telah melukai hati perasaanku , sehingga hidup ku kehilangan arah tujuan dan membuat suram hidupku.

En, kenapa kau membohongi ku, apa kau tidak iba akan diriku. Maafin aku? Janji- janjimu semua palsu .
Aku sedih melihat kamu tak setia pada ku .

Walau rasa sayangku begitu besar kepada mu. tapi itu percuma ,kamu seakan tak menghiraukan aku lagi.
Malam Tahun baru 2011 adalah malam bagai saklar .makna pergantian tahun . karna,ini juga termasuk sangat bermakna dalam hubungan kita bina selama ini .semua serba baru .

Kamu dimana ? loh ko , kenapa kamu pulang ke Depok sih . oya udah , kalau kamu mau malam tahun baruan bersama keponakanmu.

Bergegas aku mencoba mengecek ketempat kost an mu di bilangan Rawamangun .apa benar dia pulang ke depok atau membohongiku.

Aku gak yakin Eni pulang ke depok , rasa bimbang dan gak yakin tercurah dalam perasaan ku ini.loh ko, ternyata dia membohongi ku , ku melihat sendalnya berada ditempat kerjanya .tanpa berpikir panjang aku ketuk pintu kantornya , dia tampak kaget memandang diriku .hubungan yang terjalin selama 4 tahun dirusak oleh dia sendiri. membina hubungan begitu lama, akhirnya dia berkhianat tertangkap basah dengan rekan kerjanya sedang berdua an dalam kantor.

Keluar kamu, dia tampak bingung memandang ku dan penuh rasa bersalah karna telah berbohong.

“Ayo, kita jalan ?
“Bergegas keluar dan meninggalkan kantor ?
“Pucat terlihat dalam raut wajahnya?

Sadar dia telah berbohong , pembicaraan selalu dialihkan .kamu kenapa bohong? Jujur ini terasa mimpi , dibohongi pasangan adalah sesuatu paling najis . Masih terasa luka oleh perilaku dia semalam , ternyata aku belum percaya 100%.

Walau pun diriku sedang libur , aku coba menyatroni tempat kost an untuk kali ke dua.rasa kepercayaan ku mulai luntur , tak kala dia tertangkap basah lagi . rekan kerjanya yang juga kenal denganku , Nampak datang ke tempat kost nya . aku gak tinggal diam, 500 menit ku mengawasi .akhirnya ku datangi kost an nya terjadi keributan , sayang tangan ku dipegang nya sehingga tak terjadi perkelahian antara hasim dan aku . merasa tertangkap basah untuk kali ke dua , dia nampak pucat terlihat diwajahnya.

Jujur dengan kejadian itu , aku benar gak bisa memaafkan dia ? rasa kepercayaan ku hilang seketika dan larut dalam kekecewaan .

Meski pun sudah hilang rasa cintaku . tetapi aku memandang dia , mungkin itu semua sesuatu ke khilaf an dan bisa diperbaiki kembali. Aku pun mencoba mengunjungi dia ke kost an nya dengan maksud main dan sekalian meminta maaf atas sikap ku yang arogan .sayang , maksud baik ku ga direspon dengan baik ,aku ditinggal sendiri di teras kost an nya.

Ku telpon ponselnya selalu di matikan ? Ku sms ga ada balasan?

Hingga akhirnya , mungkin aku harus pergi dari hati dan cintanya selamanya dan menatap esok hari yang lebih cerah. Pergi dengan perasaan galau terasa dalam hati ku . tak ada keindahan yang tercipta dunia seakan gelap menjadi gurita .

Mendengar ku tidak ada di Jakarta . dia pun mencoba menghubungi diriku
“hallo, kamu dimana ?
Maaf , aku sudah berada di luar kota sekarang?
“eh , kenapa kamu pergi ? segera balik , saya tunggu kamu di kost an sekarang.
“maaf ga bisa , aku sudah di Jawa ?
“oya , udah kalau itu mau kamu sih?

Kegagalan dalam bercinta bukan berarti kiamat , akan tetapi kegagalan adalah sebuah pengalaman dan harus dicarikan solusinya. Hari – hari yang indah kini telah hilang. Ku coba menjalani kehidupanku dengan rasa tegar walau terkadang rasa kesepian hinggap dan selalu menghantui pikiranku.

Gambaran cerita ini mungkin sedikit dari sekian banyak cerita hidup yangbisa di jadikan renungan.sehingga kita dapat belajar tentang arti sebuah cinta .karna, setiap manusia tidak ingin gagal dalam menjalin hubungan asmara.semoga kita lebih mawas diri dan menjaga hubungan jalinan kasih dengan pasangan kita.
Sekarang antara aku dan dia tidak ada kontek ?mungkin dia sekarang sudah menjalin cinta dengan yang lain dan menghasilkan Buah cinta yang menhasilkan kasih sayang

Thursday, February 13, 2014

VALENTINE DAY

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengupas tuntas mengenai valentine. Bagi yang mendukung dengan adanya valentine silahkan tutup tab ini dan lupakan pernah mencoba untuk membacanya.
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di kota tempat aku bekerja sekarang  juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

 SEJARAH VALENTINE:
Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..


Sunday, January 19, 2014

Satu Titik

Ada satu titik penting dalam sebuah perjalanan hidup yang menurut orang orang, ini adalah titik rawan dalam hidup. Dimana kita mencintai seseorang yang berada jauh dari tempat dimana kita hidup. Iya, seperti kebanyakan pemuda pada umumnya. Saya juga memiliki sebuah nama yang telah lama saya simpan dalam hati dan saya coba untuk menjaganya tetap ada dalam hati sampai saat ini. Bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan karna saya sangat yakin dia juga memiliki perasaan yang sama dengan saya. Ini menjelaskan bahwa rasa sayang saya ke dia tidak bertepuk sebelah tangan dan saya bukan pemuja rahasianya. Karna beberapa kali saya pernah memastikan dirinya mengetahui bahwa saya sangat mencintainya.
Pada umumnya pemuda dan pemudi yang memploklamirkan bahwa mereka saling mencintai akan sering menghabiskan waktu bersama, menikmati udara sore hari, duduk duduk santai di tepian pantai sembari menikmati indahnya alam dan berbagi cerita satu sama lain. Ada sesuatu di otak saya yang membuat saya sulit untuk mengingat kapan terakhir kali saya melakukan hal hal itu bersamanya.  Atau bahkan saya dan dia (untuk seterusnya saya sebut kami) tidak pernah melakukan hal itu. Keadaan yang membuat hubungan kami sedikit berbeda dari kebanyakan. Kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk konsentrasi pada kesibukan kami masing masing. Kami mengejar apa yang sedang kami cita citakan. Kami percaya jika tuhan menghendaki nanti, kami pasti akan bersama.
Semakin kami mengejar cita cita kami, semakin jauh jarak yang membentang diantara kami. Seperti halnya hari ini, ini adalah hari dimana untuk pertama kali saya mulai singgah dan hidup di provinsi yang berbeda dengannya. Semakin jauh namun tak ada rasa khawatir sama sekali dalam hati karna dalam diri kami telah tertanam satu pemikiran bahwa sejauh kami berlari di jalan kami masing masing. Suatu saat kami akan berhenti di satu titik secara bersama sama untuk saling mengungkapkan rasa yang telah lama kami rasakan.menikmati hasil dari apa yang sekarang kami kejar.
Satu hal yang ada di benak masing masing dari kami. Meski bidang yang kami jalani berbeda, meski kota tempat meniti langkah juga berbeda tapi kami akan saling memahami dan mendukung setiap langkah dari masing masing kami. Ada masanya nanti kami akan duduk bersama menikmati pagi, melalui hari hari dengan obrolan ringan tanpa pembahasan berat seperti belakangan ini. Beristirahat di sore hari dan memandang bulan dari satu lokasi.
Tuhan maha mengetahui dan saya yakin tuhan mengetahui bahwa kami saling mencintai.

                                                                                       Yogyakarta, 19 January 2014


                                                                                              PratamaGalang Tata A



Sunday, December 1, 2013

Bertahanlah Pada Satu

berjalan menapak langkah
meniti jejak yang terarah
berjalan gontai bukan pasrah
menjalani hidup tanpa jerah

wahai isak keabadian
berpaku dalam keadaan
menjerit bak binatang
tenang ketika rembulan menghilang

berhenti sejenak wahai pengembara
pernahkan berpikir tuk berhenti membara?
bukankah tetes hujan adalah sebuat pertanda
pernahkan berpikir tuk bertahan pada satu dunia?

tetesan hujan mengalir lembut melalui dedaunan kering
beriringan menmbasahi bumi pertiwi
tanah tanah ini bukan tak ubahnya sebuah dataran dinding
membentang luas menjadi saksi

suatu saat nanti
di tanah dinding kering ini
aku berdiri dan tetap berdiri
menyaksikan berjuta rumput dan padi
tumbuh subur mendamaikan hati

bersabarlah pengembara
bertahanlah pada satu
berjuanglah pada satu
yakinlah pada satu


Monday, November 11, 2013

Resah

Memandang rendah rintikan hujan
Gontai melangkah pelan
Menikmati setiap gerakan badan

Kenapa tak meraung seperti singa?
Kenapa membatu seperti prasasti?

Setiap detik putaran waktu
Setiap jengkal langkak kaki
Pemikiran meronta menuntut sesuatu
Badan menggigil tak hanya menahan letih

Langkahku menjejak menyapa tanah basah
Sendu ku terhapus telak menepis resah

Sunday, October 27, 2013

Mencintaimu lebih

mengerti isyarat nada
berbicara tanpa bahasa
mengalun merdu seindah surya
menjelma merasuk dalam dada

terhitung ketika mata tak mampu terpejam
terhitung ketika mulai ada rasa yang menghujam

pelan kutarik nafas kehidupan
semerbak mewangi bak ujung dedaunan
tertarik hati menuju kedalaman
terjun jauh kedalam lembah perasaan

wahai jiwa penakluk hati
baca mata ini lebih teliti
esok akan ada hari
untukku mencintaimu lebih dari hari ini

Monday, October 21, 2013

23 * " 22 Oktober "

                Bagi sebagian besar orang. tanggal kelahiran atau yang pada umumnya disebut hari
ulang tahun merupakan hari tersendiri dimana akan ada moment moment yang menyenangkan setiap tahunnya dan selalu di tunggu kedatangannya. dari kejutan kecil dari teman teman sampai moment romantis yang di persiapkan sang pacar. tanggal kelahiran selalu identik dengan hal hal yang membahagiakan. tak bisa aku ingkari itu, dari kecil terlihat jelas bahwa aku selalu di manjakan di tanggal lahirku di tiap tahunnya. entah berapa moment yang sekarang dapat aku ingat namun dari koleksi foto yang tersimpan rapi di rumah aku dapat melihat dan merasakan moment bahagia itu. bergaya di belakang kue berlilin dengan senyuman yang terlihat lepas. tumpukan kado dan ornamen ornamen lucu jadi beground nya. setiap tahunnya pasti aku tunggu tanggal kelahiranku karna di tanggal itu aku selalu mendapatkan barang barang baru. mainan baru, baju baru dan lain sebagainya. di hari itu juga aku dapat menyaksikan kebahagiaan dari kedua orang tuaku. sangat terasa mereka sangat menyayangiku.  wajar juga sih karna kalo di tarik garis logika juga sangat jarang ada orang tua yang mendapatkan anugrah anak lelaki setampan ini.

      Ketika aku beranjak dewasa, semakin tampan dan sudah tak lucu lagi, aku masih saja menanti moment moment tanggal 22 oktober sampai pada akhirnya 22 oktober 4 tahun yang lalu aku mulai membenci tanggal itu. sesuatu menampar telak kehidupanku. tahun 2009 adalah tahun pertamaku di perguruan tinggi yang seharusnya menjadikan moment itu lebih terlihat dewasa namun Tuhan berkehendak lain. semua ini berawal bertahun tahun yang lalu ketika aku menemukan sebuah pohon. aku mulai merawatnya dengan sangat hati hati. ku jaga pohonku. air minum satu botol pelepas dahaga seharian aku siramkan ke pohon kesayanganku itu. ketika itu aku hanya memikirkan pohon yang mulai tumbuh itu. semakin hari semakin menghijau dedaunannya dan mulai tampak rindang. aku yakin pohon ini sangat kokoh dan akan menemaniku di setiap keadaanku. menjadi peneduh ketika aku lelah dengan kepenatan hidup. menjadi penenang dengan kesejukannya. aku sangat menyayangi pohon itu. semuanya aku serahkan untuk menjadikannya pohon yang kokoh. setelah aku menyelesaikan pendidikan di Salah satu SMK Swasta ternama di kota satria ini, aku memutuskan untuk melanjutkan Pendidikanku tetap di kota ini. komitmen yang semakin kuat menjadikanku yakin pohonku takkan tumbang tergoda hembusan angin.

     Tepat 22 oktober 4 tahun yang lalu. ketika pohonku sudah berdaun lebat dan menjulang kokoh, seseorang mengambilnya dengan kata katanya. Memagari batang, ranting dan setiap lembar dedaunannya untuknya. setiap kata kata yang keluar dari mulutnya masih terekam jelas di benakku. karena aku hanya pemuda lemah bersenjatakan penggaris 30cm hasil ngutang di koprasi sekolah sedangkan dia pemuda bergergaji besi yang memiliki segalanya. sehingga aku hanya bisa diam mencoba untuk menerima kenyataan.
pohonku sudah berdaun lebat dan sangat rindang. pemuda itu sangat menikmatinya dan aku tak selangkah pun dapat mendekatinya. bahkan melihatnya saja sudah tak mampu. aku dengar cerita dari orang, sudah lebih dari 1th ini pohon itu telah berbuah dan aku menahan perih mendengarnya.

         Sekarang 22 oktober bukan lagi hari yang aku tunggu. bukan lagi hari yang membanggakan untukku. aku pernah berjanji pada diriku bahwa rasa sakit hati dan semua dendam ini akan aku bawa sampai mati. apapun alasannya. seketika aku roboh dalam kenyataan yang sangat memilukan. hari hari yang sudah tak beraturan.

       Aku tumbuh penuh dendam pada jenis pohon itu. beberapa tahun berjalan aku sama sekali tak mau mengenal tanaman apapun itu. aku acuhkan semuanya dan hilang dari pandanganku. mereka tak nampak bagiku dan aku sama sekali tak menghargai perasaan mereka. Sampai pada akhirnya 22 oktober 2th yang lalu tuhan menitipkan setangkai mawar padaku. aku genggam erat mawar itu meski durinya menusuk tanganku membuat aliran darah menetes ke tanah. aku berlari menggenggam tangkai mawar itu. ku serukan pada dunia bahwa aku akan menanam dan menjaganya. ku tanam mawarku. semakin mekar dan tumbuh semakin indah. aku sadar meski mawarku tak serimbun dedaunan pohon itu tapi keindahannya akan menenangkanku. ketika badai debu menerpa, seketika aku menutup setiap tangkainya. menutupi dari panggal batang sampai ujung daunnya. tak peduli durinya mulai perih menusuk karna aku takkan membiarkan debu mengotori nya. 

      Kini 2 tahun sudah aku selalu berada di samping mawar ini, menjaga mawar ini. aku tak peduli dengan pekarangan tetangga yang memiliki beraneka ragam bunga berwarna nan indah. bagiku satu mawar saja sudah cukup. aku tak tahu apa akan ada tahun ke tiga untuk ku menjaga mawar ini karna aku harus meninggalkan pekarangan rumahku. pergi untuk mencari kehidupan yang lebih baik di tanah orang. dalam diam aku berdoa pada tuhan. jika aku mendapatkan kesempatan untuk tetap menjaga mawar ini maka dalam setiap langkahku aku berjanji akan tetap menjaganya dan takkan ku biarkan layu meski hanya sedetik saja.


Friday, October 18, 2013

VSAT ku harus berdiri

tersirat rasa iringi nada
langit sore masih menangis
berdiri kokoh tanpa tawa
lantang bersuara tanpa teriris

tetesan air membasahi bumi
meluluhkan setiap sendi
mengalir hingga ke ujung kaki

di atap gedung aku berdiri
menantang badai melawan waktu
menatap jauh langit tertinggi

berjanji dalam hati
tak beranjak aku dari sini
sampai tuntas semua kondisi

memaksa diri memaksa hati
sederas apapun air membanjiri
Vsat ku harus berdiri kokoh hari ini

Friday, September 20, 2013

Ketika Waktu

seperti mimpi ketika waktu
seperti senja ketika waktu
seperti badai ketika waktu

seperti ketika aku melangkah tertatih
seperti itu aku tertunduk melaluimu
seperti ketika hatiku terasa terinjak
seperti itu ketika aku mendengarmu berucap

seperti mimpi ketika waktu
seperti saat kamu melangkah
seperti itu kau memandang rendah
seperti ketika aku ceritakan keadaanku

bukan dorongan ketika waktu
bukan harapan yang aku terima
seperti injakan ketika waktu

bukan hanya tekanan ketika waktu
sebuah tamparan pedas kehidupan
ku korbankan semua perasaan ketika waktu
melihat langkah mu menjauh

seketika itu aku berlari
tetap pada anganku ketika waktu
ku kejar mimpiku tanpa batas waktu

aku berjanji akan menjadi paku ketika waktu
ketika kau hantam 
keyakinanku berdiri kokoh ketika waktu

mulutku berucap lirih ketika waktu
semua hantaman ketika waktu
memacu laju
menampar telak sampai ke otakku

ku pinta pada waktu
hadirku di hadapanmu
ku pinta pada telingamu
mendengar deretan terimakasihku

semua tamparan kehidupan ketika waktu
membuatku meraih anganku

Tuesday, September 10, 2013

Rintihan Komputer Tua

tataplah tegas rangkaian bintang-bintang. Cahayanya sedang gemerlapan bak lentera neon yang teramat
menyilaukan mata. Berhayalah sedemikian rupa, mungkin aku dapat menggapainya.
Namun apakah benar itu sebuah bintang atau deretan lampu jalan?
itu kah impian dan cita cita mu?
Tataplah jauh-jauh sana.
Bukankah kamu tak pernah menatap yang seperti itu sebelumnya, apa benar itu bintang? Salah satu bintang terbesar dan menyilaukan mata mu hingga melucuti segala ego mu.
Sibuklah terus dengan semua hal ini. Memangnya kau tak peduli pada mesinku yang memanas.
Siang malam engkau duduk di depanku, meninggalkan orang yang kau sayangi. Membiarkannya pergi berlalu.
Memangnya apa yang kau pandang. Deretan angka,huruf dan symbol yang kau sebut Script.
Semua rangkaian bintang di atas sana pun menyangkal apa yang kau pandang itu bagian dari hidupmu.
Masa bodoh berlarilah tinggalkan kekasihmu itu yang sedang menanti setiap tetes perhatianmu, karena egomu yang mementingkanku.
Ribuan jiwa memandang lesu engkau.
Ribuan bintang di langit menertawakan mu.
Sepatu kulit yang kau semir tadi pagi tak kau hiraukan menyentu tanah penuh becek.
Tatapan sayu mu membulat tajam ke layarku.
Ribuan jiwa menangisi apa yang mereka lihat. Tapi engkau masih tak logis masih saja menatapku, menekan setiap tombol di keyboardku.
kenapa kau tak berteriaklah dan melolonglah sesuka hati mu. Berjam jam diam tak bersuara.
Ikutlah menangisi kemalangan mu.
Semua angan tentang rangkaian bintang yang kau pandangi penuh tanya itu, hanya melambungkan asap tebal ke atmosfir bumi menembus tingkap-tingkap langit.
Teruslah tersedu pilu memikirkan setiap lembaran lembaran itu. Kertas kertas ini yang sedang di timang lembut oleh mu, pantas saja kekasihmu meronta.
Semua ego tentang kegiatan mu membuat mu gila dan membatu hati mu.
Teruslah menangis karena perutmu melilit, teruslah menangis karena engkau kini lemah tak berdaya.
Dan teruslah menatap bintang di langit malam, dengan tatapan seduh mu itu.
biarkan tubuhmu terbaring sejenak. Tinggalkan aku sejenak. Tataplah sejenak dunia luar.
Esok kau hanya berharap menemukan sedikit senyum pada dirimu.
Esok pula gerangan sosok bayangan mu tercium halus melewati embun malam di kamar ini lagi. Sambil menatap layarku, di temani lampu kamar yang redup dan kebisingan di luar kamar mu.
matamu memerah bak bunga mawar merekah..
Engkau bingung engkau putus asa sesaat, menatap bayangan semua orang yang mendukungmu, jauh disana
Tersenyum dan mendengarkan ia memanggil mu! Akhirnya engkau mempunyai waktu untuk berbaring dengan senyuman.
Engkau hanya tersenyum membawa semua cerita yang engkau miliki untuk mereka dengar. seseaat kembali menatapku.
Sekejab dua bintang di langit bercahaya sangat terang, mungkin engkau telah bergabung menjelma menjadi dua bintang di langit malam saat ini.
Hembusan embun angin malam membawa melodi kesan dingin dan suram.
Semangat mengalir deras hingga menyongsong pagi hari nanti, andai aku dapat berucap, ku paksa kau meninggalkanku sejenak. Sayang aku hanyalah serangkaian mesin yang kau sebut komputer.