Matahari pagi mulai menyelinap melalui celah-celah tirai kamar, membangunkan Anna dari tidurnya yang tidak begitu nyenyak. Hari ini adalah hari ujian kenaikan kelas, momen yang telah lama ia persiapkan dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Jantungnya berdebar kencang, dan perutnya terasa sedikit mual, mencerminkan kecemasan yang menghantuinya sejak semalam.
Anna duduk di tepi tempat tidurnya, memandangi meja belajarnya yang penuh dengan buku-buku dan catatan. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Aku bisa melakukannya," bisiknya pada diri sendiri. "Aku sudah bekerja keras untuk ini."
Saat Anna bersiap-siap, pikirannya melayang pada Arya. Ia merindukan senyum lembut dan kata-kata penyemangat dari kekasihnya. Tanpa disadari, ia meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur, berharap menemukan pesan dari Arya. Ketika layar ponselnya menyala, hatinya melonjak bahagia. Sebuah pesan masuk dari Arya: "Semangat, Anna. Aku yakin kamu bisa."
Mata Anna berkaca-kaca, bukan karena cemas, tetapi karena bahagia. Pesan singkat itu terasa seperti pelukan hangat yang menenangkannya. Ia merasakan cinta dan dukungan Arya mengalir melalui kata-kata yang sederhana namun penuh makna. Dengan senyum yang tulus, Anna membalas pesan itu: "Terima kasih, Arya. Aku akan melakukan yang terbaik."
Setelah menyelesaikan sarapan dan berpamitan kepada keluarganya, Anna melangkah keluar rumah dengan langkah yang lebih ringan. Ia merasa lebih percaya diri, seolah-olah doa dan harapan Arya menyertainya setiap langkah. Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Anna terus mengulang-ulang dalam hati pesan dari Arya, seperti mantra yang memberinya kekuatan.
Sesampainya di sekolah, suasana sudah mulai ramai dengan teman-temannya yang juga bersiap menghadapi ujian. Namun, di tengah keramaian itu, Anna merasa tenang. Ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Arya, meskipun tidak hadir secara fisik, selalu ada di sisinya melalui doa dan cintanya.
Di ruang ujian, Anna duduk di bangku yang telah ditentukan. Ia meletakkan alat tulis di atas meja dan menutup mata sejenak, mengumpulkan seluruh keberanian dan ketenangan dalam dirinya. Bayangan Arya muncul di benaknya, memberikan senyum yang menenangkan.
Ketika ujian dimuali, Anna membuka matanya dan mulai mengerjakan dengan penuh konsentrasi. Satu demi satu soal ia hadapi dengan tenang, ingatannya akan usaha dan doa yang telah ia panjatkan bersama Arya memberinya keyakinan.
Waktu ujian terasa berlalu begitu cepat. Ketika bel tanda ujian berakhir berbunyi, Anna merasa lega.. Keluar dari ruang ujian, Anna menghela napas panjang, merasakan beban yang selama ini ia pikul mulai terangkat.
Di luar gedung, matahari siang bersinar terang, seakan merayakan keberhasilan kecilnya. Anna meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Arya: "Aku sudah selesai. Terima kasih atas doamu, Arya. Aku merasa lebih kuat karena kamu."
Arya membalas dengan cepat: "Aku selalu ada untukmu, Anna. Selamat beristirahat. Kamu telah melakukan yang terbaik."
Anna tersenyum bahagia, merasa bahwa hari ini adalah awal dari segala hal baik yang akan datang. Cinta dan dukungan dari Arya memberinya kekuatan untuk menghadapi apapun, dan ia tahu bahwa bersama-sama, mereka bisa melalui segalanya.
_#pratamagta_