pratamagta

Sunday, May 25, 2014

Aku Adalah Kematian "Sebuah Pagi dan Seorang Lelaki Mati"















.....................................................................
Title “Sebuah Pagi dan Seorang Lelaki Mati”

From the book “lelaki yang membelah bulan”
....................................................................

Sunday, March 9, 2014

Mampukah Aku ketika Rasa

sejuta tetes ketika rasa
mengalir pelan ketika waktu
derai bicara menatap kaca
bak mentari tertahan mendung kelabu

mampukan aku ketika rasa
memaknai arti sebuah kata
mengartikan rasa tanpa bicara
biarkan aku berdiri bersama waktu

berjalan gontai menelusuri sisa sisa hujan
jalan basah masih mampu ku rasa
lelah hati merajut tawa
lelah isyarat memakna kata

jika nanti ada hari
dimana aku mampu tertawa
biarkan aku memaknainya
memaknai setiap tawa yang ku cipta.

Ketika Makna



Keindahan cinta tak terkira dan aku tak pernag mengira ngira seberapa indah cinta itu . malam semakin malam, tanpa ada dirimu disisi. ku mohon pada dirimu jangan dustai hati dan cintaku.tetaplah jaga apa yang kita rasakan bersama ini .Lembut nya embun pagi menyapa hati dan cintaku , seolah tak berhenti berharap akan cintamu. Manisnya cintamu dan indah senyum bibirmu menambah rasa cintaku kepada dirimu . dunia maya adalah awal cerita kita yang tak pernah kulupa sepanjang hidupku . perkenalan ku dengan dirinya membawa arti kebahagian dalam hidupku. Perbedaan pendapat membawa kita pada jurang kehancuran.

Maaf ini sudah menjadi keputusan ku dan harus pergi untuk kesekian kalinya , dan aku pun tak bisa berbuat apa – apa hanya kata maaf ku bisa ku ucapkan padamu.

Jujur ,kau telah melukai hati perasaanku , sehingga hidup ku kehilangan arah tujuan dan membuat suram hidupku.

En, kenapa kau membohongi ku, apa kau tidak iba akan diriku. Maafin aku? Janji- janjimu semua palsu .
Aku sedih melihat kamu tak setia pada ku .

Walau rasa sayangku begitu besar kepada mu. tapi itu percuma ,kamu seakan tak menghiraukan aku lagi.
Malam Tahun baru 2011 adalah malam bagai saklar .makna pergantian tahun . karna,ini juga termasuk sangat bermakna dalam hubungan kita bina selama ini .semua serba baru .

Kamu dimana ? loh ko , kenapa kamu pulang ke Depok sih . oya udah , kalau kamu mau malam tahun baruan bersama keponakanmu.

Bergegas aku mencoba mengecek ketempat kost an mu di bilangan Rawamangun .apa benar dia pulang ke depok atau membohongiku.

Aku gak yakin Eni pulang ke depok , rasa bimbang dan gak yakin tercurah dalam perasaan ku ini.loh ko, ternyata dia membohongi ku , ku melihat sendalnya berada ditempat kerjanya .tanpa berpikir panjang aku ketuk pintu kantornya , dia tampak kaget memandang diriku .hubungan yang terjalin selama 4 tahun dirusak oleh dia sendiri. membina hubungan begitu lama, akhirnya dia berkhianat tertangkap basah dengan rekan kerjanya sedang berdua an dalam kantor.

Keluar kamu, dia tampak bingung memandang ku dan penuh rasa bersalah karna telah berbohong.

“Ayo, kita jalan ?
“Bergegas keluar dan meninggalkan kantor ?
“Pucat terlihat dalam raut wajahnya?

Sadar dia telah berbohong , pembicaraan selalu dialihkan .kamu kenapa bohong? Jujur ini terasa mimpi , dibohongi pasangan adalah sesuatu paling najis . Masih terasa luka oleh perilaku dia semalam , ternyata aku belum percaya 100%.

Walau pun diriku sedang libur , aku coba menyatroni tempat kost an untuk kali ke dua.rasa kepercayaan ku mulai luntur , tak kala dia tertangkap basah lagi . rekan kerjanya yang juga kenal denganku , Nampak datang ke tempat kost nya . aku gak tinggal diam, 500 menit ku mengawasi .akhirnya ku datangi kost an nya terjadi keributan , sayang tangan ku dipegang nya sehingga tak terjadi perkelahian antara hasim dan aku . merasa tertangkap basah untuk kali ke dua , dia nampak pucat terlihat diwajahnya.

Jujur dengan kejadian itu , aku benar gak bisa memaafkan dia ? rasa kepercayaan ku hilang seketika dan larut dalam kekecewaan .

Meski pun sudah hilang rasa cintaku . tetapi aku memandang dia , mungkin itu semua sesuatu ke khilaf an dan bisa diperbaiki kembali. Aku pun mencoba mengunjungi dia ke kost an nya dengan maksud main dan sekalian meminta maaf atas sikap ku yang arogan .sayang , maksud baik ku ga direspon dengan baik ,aku ditinggal sendiri di teras kost an nya.

Ku telpon ponselnya selalu di matikan ? Ku sms ga ada balasan?

Hingga akhirnya , mungkin aku harus pergi dari hati dan cintanya selamanya dan menatap esok hari yang lebih cerah. Pergi dengan perasaan galau terasa dalam hati ku . tak ada keindahan yang tercipta dunia seakan gelap menjadi gurita .

Mendengar ku tidak ada di Jakarta . dia pun mencoba menghubungi diriku
“hallo, kamu dimana ?
Maaf , aku sudah berada di luar kota sekarang?
“eh , kenapa kamu pergi ? segera balik , saya tunggu kamu di kost an sekarang.
“maaf ga bisa , aku sudah di Jawa ?
“oya , udah kalau itu mau kamu sih?

Kegagalan dalam bercinta bukan berarti kiamat , akan tetapi kegagalan adalah sebuah pengalaman dan harus dicarikan solusinya. Hari – hari yang indah kini telah hilang. Ku coba menjalani kehidupanku dengan rasa tegar walau terkadang rasa kesepian hinggap dan selalu menghantui pikiranku.

Gambaran cerita ini mungkin sedikit dari sekian banyak cerita hidup yangbisa di jadikan renungan.sehingga kita dapat belajar tentang arti sebuah cinta .karna, setiap manusia tidak ingin gagal dalam menjalin hubungan asmara.semoga kita lebih mawas diri dan menjaga hubungan jalinan kasih dengan pasangan kita.
Sekarang antara aku dan dia tidak ada kontek ?mungkin dia sekarang sudah menjalin cinta dengan yang lain dan menghasilkan Buah cinta yang menhasilkan kasih sayang

Thursday, February 13, 2014

VALENTINE DAY

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengupas tuntas mengenai valentine. Bagi yang mendukung dengan adanya valentine silahkan tutup tab ini dan lupakan pernah mencoba untuk membacanya.
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di kota tempat aku bekerja sekarang  juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

 SEJARAH VALENTINE:
Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
 Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..


Sunday, January 19, 2014

Satu Titik

Ada satu titik penting dalam sebuah perjalanan hidup yang menurut orang orang, ini adalah titik rawan dalam hidup. Dimana kita mencintai seseorang yang berada jauh dari tempat dimana kita hidup. Iya, seperti kebanyakan pemuda pada umumnya. Saya juga memiliki sebuah nama yang telah lama saya simpan dalam hati dan saya coba untuk menjaganya tetap ada dalam hati sampai saat ini. Bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan karna saya sangat yakin dia juga memiliki perasaan yang sama dengan saya. Ini menjelaskan bahwa rasa sayang saya ke dia tidak bertepuk sebelah tangan dan saya bukan pemuja rahasianya. Karna beberapa kali saya pernah memastikan dirinya mengetahui bahwa saya sangat mencintainya.
Pada umumnya pemuda dan pemudi yang memploklamirkan bahwa mereka saling mencintai akan sering menghabiskan waktu bersama, menikmati udara sore hari, duduk duduk santai di tepian pantai sembari menikmati indahnya alam dan berbagi cerita satu sama lain. Ada sesuatu di otak saya yang membuat saya sulit untuk mengingat kapan terakhir kali saya melakukan hal hal itu bersamanya.  Atau bahkan saya dan dia (untuk seterusnya saya sebut kami) tidak pernah melakukan hal itu. Keadaan yang membuat hubungan kami sedikit berbeda dari kebanyakan. Kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk konsentrasi pada kesibukan kami masing masing. Kami mengejar apa yang sedang kami cita citakan. Kami percaya jika tuhan menghendaki nanti, kami pasti akan bersama.
Semakin kami mengejar cita cita kami, semakin jauh jarak yang membentang diantara kami. Seperti halnya hari ini, ini adalah hari dimana untuk pertama kali saya mulai singgah dan hidup di provinsi yang berbeda dengannya. Semakin jauh namun tak ada rasa khawatir sama sekali dalam hati karna dalam diri kami telah tertanam satu pemikiran bahwa sejauh kami berlari di jalan kami masing masing. Suatu saat kami akan berhenti di satu titik secara bersama sama untuk saling mengungkapkan rasa yang telah lama kami rasakan.menikmati hasil dari apa yang sekarang kami kejar.
Satu hal yang ada di benak masing masing dari kami. Meski bidang yang kami jalani berbeda, meski kota tempat meniti langkah juga berbeda tapi kami akan saling memahami dan mendukung setiap langkah dari masing masing kami. Ada masanya nanti kami akan duduk bersama menikmati pagi, melalui hari hari dengan obrolan ringan tanpa pembahasan berat seperti belakangan ini. Beristirahat di sore hari dan memandang bulan dari satu lokasi.
Tuhan maha mengetahui dan saya yakin tuhan mengetahui bahwa kami saling mencintai.

                                                                                       Yogyakarta, 19 January 2014


                                                                                              PratamaGalang Tata A



Sunday, December 1, 2013

Bertahanlah Pada Satu

berjalan menapak langkah
meniti jejak yang terarah
berjalan gontai bukan pasrah
menjalani hidup tanpa jerah

wahai isak keabadian
berpaku dalam keadaan
menjerit bak binatang
tenang ketika rembulan menghilang

berhenti sejenak wahai pengembara
pernahkan berpikir tuk berhenti membara?
bukankah tetes hujan adalah sebuat pertanda
pernahkan berpikir tuk bertahan pada satu dunia?

tetesan hujan mengalir lembut melalui dedaunan kering
beriringan menmbasahi bumi pertiwi
tanah tanah ini bukan tak ubahnya sebuah dataran dinding
membentang luas menjadi saksi

suatu saat nanti
di tanah dinding kering ini
aku berdiri dan tetap berdiri
menyaksikan berjuta rumput dan padi
tumbuh subur mendamaikan hati

bersabarlah pengembara
bertahanlah pada satu
berjuanglah pada satu
yakinlah pada satu


Monday, November 11, 2013

Resah

Memandang rendah rintikan hujan
Gontai melangkah pelan
Menikmati setiap gerakan badan

Kenapa tak meraung seperti singa?
Kenapa membatu seperti prasasti?

Setiap detik putaran waktu
Setiap jengkal langkak kaki
Pemikiran meronta menuntut sesuatu
Badan menggigil tak hanya menahan letih

Langkahku menjejak menyapa tanah basah
Sendu ku terhapus telak menepis resah

Sunday, October 27, 2013

Mencintaimu lebih

mengerti isyarat nada
berbicara tanpa bahasa
mengalun merdu seindah surya
menjelma merasuk dalam dada

terhitung ketika mata tak mampu terpejam
terhitung ketika mulai ada rasa yang menghujam

pelan kutarik nafas kehidupan
semerbak mewangi bak ujung dedaunan
tertarik hati menuju kedalaman
terjun jauh kedalam lembah perasaan

wahai jiwa penakluk hati
baca mata ini lebih teliti
esok akan ada hari
untukku mencintaimu lebih dari hari ini

Monday, October 21, 2013

23 * " 22 Oktober "

                Bagi sebagian besar orang. tanggal kelahiran atau yang pada umumnya disebut hari
ulang tahun merupakan hari tersendiri dimana akan ada moment moment yang menyenangkan setiap tahunnya dan selalu di tunggu kedatangannya. dari kejutan kecil dari teman teman sampai moment romantis yang di persiapkan sang pacar. tanggal kelahiran selalu identik dengan hal hal yang membahagiakan. tak bisa aku ingkari itu, dari kecil terlihat jelas bahwa aku selalu di manjakan di tanggal lahirku di tiap tahunnya. entah berapa moment yang sekarang dapat aku ingat namun dari koleksi foto yang tersimpan rapi di rumah aku dapat melihat dan merasakan moment bahagia itu. bergaya di belakang kue berlilin dengan senyuman yang terlihat lepas. tumpukan kado dan ornamen ornamen lucu jadi beground nya. setiap tahunnya pasti aku tunggu tanggal kelahiranku karna di tanggal itu aku selalu mendapatkan barang barang baru. mainan baru, baju baru dan lain sebagainya. di hari itu juga aku dapat menyaksikan kebahagiaan dari kedua orang tuaku. sangat terasa mereka sangat menyayangiku.  wajar juga sih karna kalo di tarik garis logika juga sangat jarang ada orang tua yang mendapatkan anugrah anak lelaki setampan ini.

      Ketika aku beranjak dewasa, semakin tampan dan sudah tak lucu lagi, aku masih saja menanti moment moment tanggal 22 oktober sampai pada akhirnya 22 oktober 4 tahun yang lalu aku mulai membenci tanggal itu. sesuatu menampar telak kehidupanku. tahun 2009 adalah tahun pertamaku di perguruan tinggi yang seharusnya menjadikan moment itu lebih terlihat dewasa namun Tuhan berkehendak lain. semua ini berawal bertahun tahun yang lalu ketika aku menemukan sebuah pohon. aku mulai merawatnya dengan sangat hati hati. ku jaga pohonku. air minum satu botol pelepas dahaga seharian aku siramkan ke pohon kesayanganku itu. ketika itu aku hanya memikirkan pohon yang mulai tumbuh itu. semakin hari semakin menghijau dedaunannya dan mulai tampak rindang. aku yakin pohon ini sangat kokoh dan akan menemaniku di setiap keadaanku. menjadi peneduh ketika aku lelah dengan kepenatan hidup. menjadi penenang dengan kesejukannya. aku sangat menyayangi pohon itu. semuanya aku serahkan untuk menjadikannya pohon yang kokoh. setelah aku menyelesaikan pendidikan di Salah satu SMK Swasta ternama di kota satria ini, aku memutuskan untuk melanjutkan Pendidikanku tetap di kota ini. komitmen yang semakin kuat menjadikanku yakin pohonku takkan tumbang tergoda hembusan angin.

     Tepat 22 oktober 4 tahun yang lalu. ketika pohonku sudah berdaun lebat dan menjulang kokoh, seseorang mengambilnya dengan kata katanya. Memagari batang, ranting dan setiap lembar dedaunannya untuknya. setiap kata kata yang keluar dari mulutnya masih terekam jelas di benakku. karena aku hanya pemuda lemah bersenjatakan penggaris 30cm hasil ngutang di koprasi sekolah sedangkan dia pemuda bergergaji besi yang memiliki segalanya. sehingga aku hanya bisa diam mencoba untuk menerima kenyataan.
pohonku sudah berdaun lebat dan sangat rindang. pemuda itu sangat menikmatinya dan aku tak selangkah pun dapat mendekatinya. bahkan melihatnya saja sudah tak mampu. aku dengar cerita dari orang, sudah lebih dari 1th ini pohon itu telah berbuah dan aku menahan perih mendengarnya.

         Sekarang 22 oktober bukan lagi hari yang aku tunggu. bukan lagi hari yang membanggakan untukku. aku pernah berjanji pada diriku bahwa rasa sakit hati dan semua dendam ini akan aku bawa sampai mati. apapun alasannya. seketika aku roboh dalam kenyataan yang sangat memilukan. hari hari yang sudah tak beraturan.

       Aku tumbuh penuh dendam pada jenis pohon itu. beberapa tahun berjalan aku sama sekali tak mau mengenal tanaman apapun itu. aku acuhkan semuanya dan hilang dari pandanganku. mereka tak nampak bagiku dan aku sama sekali tak menghargai perasaan mereka. Sampai pada akhirnya 22 oktober 2th yang lalu tuhan menitipkan setangkai mawar padaku. aku genggam erat mawar itu meski durinya menusuk tanganku membuat aliran darah menetes ke tanah. aku berlari menggenggam tangkai mawar itu. ku serukan pada dunia bahwa aku akan menanam dan menjaganya. ku tanam mawarku. semakin mekar dan tumbuh semakin indah. aku sadar meski mawarku tak serimbun dedaunan pohon itu tapi keindahannya akan menenangkanku. ketika badai debu menerpa, seketika aku menutup setiap tangkainya. menutupi dari panggal batang sampai ujung daunnya. tak peduli durinya mulai perih menusuk karna aku takkan membiarkan debu mengotori nya. 

      Kini 2 tahun sudah aku selalu berada di samping mawar ini, menjaga mawar ini. aku tak peduli dengan pekarangan tetangga yang memiliki beraneka ragam bunga berwarna nan indah. bagiku satu mawar saja sudah cukup. aku tak tahu apa akan ada tahun ke tiga untuk ku menjaga mawar ini karna aku harus meninggalkan pekarangan rumahku. pergi untuk mencari kehidupan yang lebih baik di tanah orang. dalam diam aku berdoa pada tuhan. jika aku mendapatkan kesempatan untuk tetap menjaga mawar ini maka dalam setiap langkahku aku berjanji akan tetap menjaganya dan takkan ku biarkan layu meski hanya sedetik saja.


Friday, October 18, 2013

VSAT ku harus berdiri

tersirat rasa iringi nada
langit sore masih menangis
berdiri kokoh tanpa tawa
lantang bersuara tanpa teriris

tetesan air membasahi bumi
meluluhkan setiap sendi
mengalir hingga ke ujung kaki

di atap gedung aku berdiri
menantang badai melawan waktu
menatap jauh langit tertinggi

berjanji dalam hati
tak beranjak aku dari sini
sampai tuntas semua kondisi

memaksa diri memaksa hati
sederas apapun air membanjiri
Vsat ku harus berdiri kokoh hari ini

Friday, September 20, 2013

Ketika Waktu

seperti mimpi ketika waktu
seperti senja ketika waktu
seperti badai ketika waktu

seperti ketika aku melangkah tertatih
seperti itu aku tertunduk melaluimu
seperti ketika hatiku terasa terinjak
seperti itu ketika aku mendengarmu berucap

seperti mimpi ketika waktu
seperti saat kamu melangkah
seperti itu kau memandang rendah
seperti ketika aku ceritakan keadaanku

bukan dorongan ketika waktu
bukan harapan yang aku terima
seperti injakan ketika waktu

bukan hanya tekanan ketika waktu
sebuah tamparan pedas kehidupan
ku korbankan semua perasaan ketika waktu
melihat langkah mu menjauh

seketika itu aku berlari
tetap pada anganku ketika waktu
ku kejar mimpiku tanpa batas waktu

aku berjanji akan menjadi paku ketika waktu
ketika kau hantam 
keyakinanku berdiri kokoh ketika waktu

mulutku berucap lirih ketika waktu
semua hantaman ketika waktu
memacu laju
menampar telak sampai ke otakku

ku pinta pada waktu
hadirku di hadapanmu
ku pinta pada telingamu
mendengar deretan terimakasihku

semua tamparan kehidupan ketika waktu
membuatku meraih anganku

Tuesday, September 10, 2013

Rintihan Komputer Tua

tataplah tegas rangkaian bintang-bintang. Cahayanya sedang gemerlapan bak lentera neon yang teramat
menyilaukan mata. Berhayalah sedemikian rupa, mungkin aku dapat menggapainya.
Namun apakah benar itu sebuah bintang atau deretan lampu jalan?
itu kah impian dan cita cita mu?
Tataplah jauh-jauh sana.
Bukankah kamu tak pernah menatap yang seperti itu sebelumnya, apa benar itu bintang? Salah satu bintang terbesar dan menyilaukan mata mu hingga melucuti segala ego mu.
Sibuklah terus dengan semua hal ini. Memangnya kau tak peduli pada mesinku yang memanas.
Siang malam engkau duduk di depanku, meninggalkan orang yang kau sayangi. Membiarkannya pergi berlalu.
Memangnya apa yang kau pandang. Deretan angka,huruf dan symbol yang kau sebut Script.
Semua rangkaian bintang di atas sana pun menyangkal apa yang kau pandang itu bagian dari hidupmu.
Masa bodoh berlarilah tinggalkan kekasihmu itu yang sedang menanti setiap tetes perhatianmu, karena egomu yang mementingkanku.
Ribuan jiwa memandang lesu engkau.
Ribuan bintang di langit menertawakan mu.
Sepatu kulit yang kau semir tadi pagi tak kau hiraukan menyentu tanah penuh becek.
Tatapan sayu mu membulat tajam ke layarku.
Ribuan jiwa menangisi apa yang mereka lihat. Tapi engkau masih tak logis masih saja menatapku, menekan setiap tombol di keyboardku.
kenapa kau tak berteriaklah dan melolonglah sesuka hati mu. Berjam jam diam tak bersuara.
Ikutlah menangisi kemalangan mu.
Semua angan tentang rangkaian bintang yang kau pandangi penuh tanya itu, hanya melambungkan asap tebal ke atmosfir bumi menembus tingkap-tingkap langit.
Teruslah tersedu pilu memikirkan setiap lembaran lembaran itu. Kertas kertas ini yang sedang di timang lembut oleh mu, pantas saja kekasihmu meronta.
Semua ego tentang kegiatan mu membuat mu gila dan membatu hati mu.
Teruslah menangis karena perutmu melilit, teruslah menangis karena engkau kini lemah tak berdaya.
Dan teruslah menatap bintang di langit malam, dengan tatapan seduh mu itu.
biarkan tubuhmu terbaring sejenak. Tinggalkan aku sejenak. Tataplah sejenak dunia luar.
Esok kau hanya berharap menemukan sedikit senyum pada dirimu.
Esok pula gerangan sosok bayangan mu tercium halus melewati embun malam di kamar ini lagi. Sambil menatap layarku, di temani lampu kamar yang redup dan kebisingan di luar kamar mu.
matamu memerah bak bunga mawar merekah..
Engkau bingung engkau putus asa sesaat, menatap bayangan semua orang yang mendukungmu, jauh disana
Tersenyum dan mendengarkan ia memanggil mu! Akhirnya engkau mempunyai waktu untuk berbaring dengan senyuman.
Engkau hanya tersenyum membawa semua cerita yang engkau miliki untuk mereka dengar. seseaat kembali menatapku.
Sekejab dua bintang di langit bercahaya sangat terang, mungkin engkau telah bergabung menjelma menjadi dua bintang di langit malam saat ini.
Hembusan embun angin malam membawa melodi kesan dingin dan suram.
Semangat mengalir deras hingga menyongsong pagi hari nanti, andai aku dapat berucap, ku paksa kau meninggalkanku sejenak. Sayang aku hanyalah serangkaian mesin yang kau sebut komputer.

Tuesday, September 3, 2013

happy birthday honey

“Huft...SMK Telkom Purwokerto” sekali lagi gadis itu menghembuskan nafas panjangnya.

“Lo kenapa sih? Daritadi menghela nafas kayak ikan kehabisan oksigen!” Komentar cewek berambut sebahu.

“Gue bingung, gimana gue harus bilang sama Adit soal kepindahan gue ke Purwokerto.”

Cewek bernama Rindy tersebut menoleh pada Rachmi, sahabatnya. “Lo beneran mau pindah ke Purwokerto?”

Rachmi mengangguk. “Bokap gue harus ngurus bisnisnya disana. Gue bingung, Rind! Lo tahu kan akhir bulan Adit ulangtahun, sedangkan lusa gue udah harus pindah.”

“Hei! Cewek-cewek lagi pada gosipin apa nih? Kayaknya seru banget.” Adit, cowok yang sedang menjadi topik perbincangan Rachmi dan Rindy tiba-tiba muncul.

Rindy melirik Rachmi sejenak sebelum akhirnya menjawab. “Kita lagi ngebahas soal kepindahan Rachmi ke Purwokerto.”

Rachmi membungkam mulutnya, dia tak percaya dengan jawaban yang dilontarkan Rindy. Sungguh, hatinya belum siap untuk menjelaskan semuanya pada Adit.

“Pindah? Rachmi mau pindah ke Purwokerto? Lo bercanda kan, Rind?” Adit bertanya gusar.

“Gue serius! Kalau lo nggak percaya, tanya aja tuh sama orangnya.”

Adit menggeser duduknya disamping Rachmi. “Sayang, benar kamu mau pindah ke Purwokerto?”

Rachmi menggigit bibirnya. “Iya, lusa aku harus pindah.”

“Kenapa kamu baru bilang sekarang?” Adit menatap mata Rachmi.

“Aku--aku takut! Kalau aku cerita, kamu akan memutuskan hubungan kita.” Dua bulir kristal bening menetes dari kedua pipi Rachmi. “Aku belum siap kalau semua itu terjadi.”

“Sayang, kenapa kamu bisa punya pikiran sepicik itu? Aku nggak mungkin memutuskan hubungan kita cuma gara-gara kepindahanmu.” Adit menghapus airmata Rachmi. “Atau mungkin kamu yang ingin mengakhiri hubungan ini?”

Rachmi menggeleng kuat-kuat. “Itu keinginan terakhir dalam hidupku.”

“Tapi kamu harus janji, kamu tetap harus datang pada pesta ulangtahunku. Oke?” Adit mengusap lembut rambut Rachmi.

“Ehem! Bisa nggak kalian akhiri acara drama mellownya? Gue empet nih cuma jadi obat nyamuk.” Rindy menyeletuk.
*
Tiba saatnya Rachmi harus pindah. Sayangnya Adit dan Rindy tidak bisa mengantarnya karena harus ikut pelajaran di sekolah. Terlebih lagi hari ini ada tiga ulangan, jadi Rachmi harus mengerti bahwa kekasih dan sahabatnya tidak bisa berada di Airport untuk melepas kepergiannya.

Sesungguhnya Rachmi merasa sedih harus jauh dari Adit, hubungannya yang sudah berlangsung hampir dua tahun apa sanggup bertahan saat jarak memisahkan? Dirinya takut, Adit akan melupakannya. Atau mungkin dia yang melupakan Adit?
*
Hari baru, kota baru, suasana baru dan sekolah baru. Rachmi menjejakkan kakinya malas menuju ruang Kepala Sekolah, ditempat dia akan menuntut ilmu. SMK TELKOM Purwokerto adalah salah satu SMA favorit yang terletak di Purwokerto Pusat. Kini, Rachmi menjadi salah satu penghuni disana.

“Kamu murid pindahan dari Surabaya itu kan?” tanya seorang lelaki berkumis tebal yang tak lain adalah Kepala Sekolah SMK TELKOM Purwokerto.

“Iya, Pak!”

“Kamu masuk dikelas XI TJA-1, saya sudah menyuruh ketua kelas untuk kesini.”

Tok..Tok..Tok..

“Permisi, Pak!” Seorang cowok bersuara bariton memberi salam dan masuk kedalam ruangan.

“Farid, ini murid pindahan yang Bapak ceritakan. Tolong kamu bantu dia beradaptasi selama beberapa hari.” Ucap Kepala Sekolah pada cowok bernama Farid itu.

“Rachmi, mulai sekarang kalau tidak ada yang mengerti kamu bisa tanyakan pada Farid.” Lanjut Kepala Sekolah mengagetkan Rachmi yang sedang asyik menunduk menekuri sepatunya sambil memikirkan Adit.

Demi kesopanan, akhirnya Rachmi menoleh pada cowok disampingnya dan tersenyum. Tapi perlahan senyumnya lenyap ketika mengenali sosok cowok itu. “Farid? Kamu Muhammad Al Farizzi kan?”

Farid mengangguk. “Dan kamu Rachmi kan?”

“Kalian sudah saling mengenal? Bagus kalau begitu! Tapi lanjutkan nostalgianya diluar, Bapak banyak tugas yang harus dikerjakan.” Tegur Kepala Sekolah dengan halus, melihat kelakuan kedua anak didiknya tersebut.

“Maaf, Pak! Terimakasih.” Rachmi meninggalkan ruang Kepala Sekolah diikuti Farid di belakangnya.

Rachmi berjalan cepat, dia mengutuk takdir yang mempertemukannya lagi dengan Farid. Sungguh, Rachmi enggan harus bertatap muka dengan cowok itu.
“'Rachmi! Tunggu! Kenapa lo menghindari gue?” Farid mencekal tangan Rachmi, menahannya pergi.

Rachmi menepis pegangan tangan Farid. “Jangan sok akrab!”

“Tapi bukankah hubungan kita memang akrab? Apa lo lupa semua kenangan tentang kita?”

“Hah? Setelah tiga tahun lo menghilang, sekarang lo bilang kenangan kita? Buat gue, kenangan kita udah mati!”

“Gue minta maaf, Rachmi. Sungguh gue gak bermaksud ninggalin lo begitu aja. Gue bisa menjelaskan semuanya.” Farid menatap Rachmi sendu.

“Maaf, tapi penjelasan lo sudah terlambat! Sekarang gue sudah punya kekasih yang mencintai gue seperti gue mencintainya.”

Farid terenyak mendengar perkataan Rachmi, padahal selama ini dirinya selalu menanti Rachmi. Hatinya tak pernah lepas dari sosok dan nama Rachmi. Tapi, dengan gampangnya Rachmi berubah? Melupakannya begitu saja?
***
“Hallo? Adit?” Rachmi bersuara ketika pada deringan kelima akhirnya Adit mengangkat telepon.

“Sori, gue Rindy. Adit lagi sibuk, Rachmi. Lo tahu kan, lusa Adit ada pertandingan break dance?”

Sejenak, Rachmi merasa kesal. Kenapa sudah dua hari ini Rachmi telepon Adit, selalu saja Rindy yang mengangkat. “Please, bentar aja, Rind! Gue kangen sama Adit.”

“Gimana ya? Lo tuh harusnya bisa ngertiin Adit, dia butuh banyak konsentrasi. Ntar gue sampein deh ke Adit.”

Tutt..tutt..tutt
Telepon diputus

“Apa sih maksud Rindy? Kenapa sekarang dia berubah?”

Memang sebenarnya Rindy adalah teman Adit dari kecil. Sedangkan Rachmi baru mengenal Rindy dua tahun belakangan ini.

Farid menepuk bahu Rachmi. “Lo kenapa, Rachmi?”

“Gue kangen Adit--cowok gue. Udah dua hari dia gak ada kabar.”

“Daripada lo sedih dan manyun terus, mendingan lo ikut gue sekarang.” Tanpa menunggu jawaban Rachmi, Farid menarik pelan tangan Rachmi dan menuntunnya ke mobil.

“Sebenernya kita mau kemana sih, Rid?”

“Ketempat favorit lo saat lo sedih.”

Farid menepikan mobilnya di parkiran Baturaden.

“Mau apa kita kesini?”

“Kan tadi gue udah bilang kalau gue mau ngajak lo ke tempat favorit lo, biar lo gak sedih lagi.” Farid tersenyum. “Sekarang mending lo turun.”

Rachmi menuruti Farid, tapi tetap saja pikirannya masih belum bisa lepas dari Adit.

Rachmi tertegun ketika Farid mengajaknya masuk ke suatu tempat di Baturaden bagian atas. “Lo masih ingat?”

“Gue selalu inget apapun tentang lo. Lo kan selalu bilang, saat pikiran lo lagi kalut atau sedih semua bisa terobati saat lo menatap bintang.”

Rachmi menitikkan airmata. Entah apa yang membuatnya menangis, Adit atau Farid?

“Kenapa lo nangis? Lo gak suka?”

Rachmi menggeleng.

“Atau lo ingat soal cowok lo? Lebih baik lo lupain cowok yang cuma bisa buat lo nangis.” Farid menyentuh dagu Rachmi dan mendongakkannya. “Disini ada gue, yang lebih perhatian sama lo. Lupain aja cowok lo itu.”

“Gue sayang sama dia...”

“Sstttt....” Farid mendekatkan wajahnya pada Rachmi, dengan perlahan tapi pasti Farid mengecup lembut bibir Rachmi.

Untuk beberapa saat Rachmi menikmati kecupan lembut itu. Tapi tiba-tiba bayangan Adit terlintas di otaknya.

“Lo apa-apaan sih!” Rachmi menampar Farid dan pergi meninggalkannya.
***
Sudah beberapa hari ini Rachmi menghindari Farid. Bahkan untuk sekedar melihat wajahnya saja Rachmi malas.

“Ya Tuhan, semoga Adit yang angkat.” Rachmi berdoa dalam hati ketika menekan tombol hijau di handphonenya.

“Hai sayang, kok tumben telepon?” Suara Adit terdengar lembut di seberang sana.

“Adit? Kemana aja kamu? Aku telepon kamu selalu sibuk.”

“Maaf sayang, kamu kan tahu kalau aku ada turnamen break dance. Dan aku senang banget kelompokku maju ke babak final.”

Mendengar suara Adit yang bersemangat entah kenapa Rachmi jadi tidak ingin marah lagi.

“Sayang, maaf ya aku harus latihan lagi. Nih ada Rindy, katanya dia kangen mau ngomong sama kamu.”

“Oke deh, semoga kelompok kamu jadi juara ya. Love you.”

“Makasihhhh sayang.”

“Kenapa Adit gak balas ucapan cinta gue? Apa dia gak denger?” Rachmi berkata lirih.

“Lo pengen tahu kenapa Adit sekarang berubah sama lo?” Tiba-tiba suara Rindy terdengar dari seberang sana.

“Rindy? Emang lo tahu kenapa Adit berubah?”

“Sebenernya gue gak enak mau cerita sama lo. Tapi karena lo temen gue, jadi lebih baik gue kasih tahu lo yang sebenernya.”

Rachmi makin penasaran dengan perkataan Rindy yang dirasa berputar-putar. “Soal apa?”

“Udah lama Adit curhat sama gue kalau dia jenuh sama hubungan kalian. Sebenernya dia pengen mengakhiri semuanya, tapi dia menunggu waktu yang tepat.”

“Hah? Maksud lo apa?”

“Kalau lo emang sayang sama Adit, sebaiknya lo yang mengakhiri hubungan kalian. Daripada Adit tersiksa harus terus berpura-pura mencintai lo.”

“Lo--bercanda kan, Rind?”

“Buat apa gue bercanda soal beginian? Apa lo gak ngerasa kalau Adit ngejauhin lo? Setiap lo telepon selalu gue yang angkat, itu karena Adit malas mau ngomong sama lo.”

“Oke...kalau itu membuat Adit bahagia gue rela.” Rachmi memutuskan sambungan telepon dengan gemetar, kristal bening perlahan mengalir dipipi tembamnya.

***

Satu minggu sudah Rachmi tidak pernah lagi menghubungi Adit, begitu juga sebaliknya Adit tidak pernah menghubungi Rachmi. Rachmi amat sangat terpukul mengetahui ternyata semua perkataan Rindy benar adanya.

Bahkan, hari ini saat ulangtahun Adit, Rachmi sengaja melupakannya. Ucapan ulangtahun maupun kado yang sudah dipersiapkannya kini sudah ada ditempat sampah.

“Rachmi, sebaiknya lo sekarang ikut gue.” Farid mengagetkan Rachmi yang sedang asyik merenung.

“Kenapa sih lo selalu ganggu gue? Semenjak lo datang hidup gue hancur!”

“Gue minta maaf udah bikin hidup lo hancur.” Farid terpukul. “Tapi...sebaiknya lo sekarang lo ikut gue. Karena ini antara hidup dan mati.”

“Lo ngomong apa sih? Gue gak paham sama sekali.”

“Kalau gue jelasin sekarang keburu terlambat.” Dengan tergesa Farid menarik tangan Rachmi dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan Rachmi diam saja, pikirannya sibuk menerka-nerka kemana Farid akan mengajaknya.

“Rumah Sakit Fatimah? Ngapain kita kesini? Siapa yang sakit?”

“Penjelasannya nanti aja, mending sekarang turun.”

Rachmi menuruti Farid dan segera turun dari mobil. Perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak. Pikiran buruk silih berganti melintas dipikiran Rachmi.

Farid setengah berlari sembari menggandeng tangan Rachmi. Perjalanan mereka berakhir didepan kamar bertuliskan Anggrek 15.

“Rindy? Kenapa lo ada disini?” Rachmi kaget melihat Rindy sedang berlinangan air mata. “Kenapa lo nangis?”

“Ngapain lo kesini? Belum cukup lo bikin Adit menderita? Semua gara-gara lo!” Rindy mendorong tubuh Rachmi hingga tersungkur.

“Adit? Kenapa lo bawa-bawa Adit? Ada apa sebenernya?”

“Padahal gue udah bohongi Adit! Gue bilang lo selingkuh, tapi dia gak percaya. Akhirnya dia nekat datang ke Purwokerto, tapi sesampainya disini gue ancam dia kalau gue akan bunuh diri! Saat gue berdiri ditengah jalan, Adit mendorong gue ketika ada truk mendekat!” Rindy semakin murka. “Semua ini gara-gara lo! Kalau Adit gak kenal sama lo, semua ini gak akan terjadi! Dan pastinya Adit akan jadi milik gue! Padahal hari ini hari ulangtahun Adit!”

“Adit kecelakaan?”

“Rindy! Kenapa lo nyalahin Rachmi? Dia gak salah apa-apa!” Farid angkat bicara. “Lebih baik kita masuk kedalam aja.”

Rachmi langsung berlari ketika melihat tubuh orang yang dicintainya terbaring lemah tak berdaya. Bermacam-macam selang menancap ditubuh Adit.

“Dit, kenapa kamu? Jangan tinggalin aku, bangun dong!” Rachmi mengguncang pelan bahu Adit.

“Maafin aku, Dit! Aku sayang sama kamu! Buka mata kamu.” Rachmi sesenggukan.

Adit membuka matanya. “Rachmi..ya..?”

“Adit? Kamu kenapa? Tolong cepat sembuh, aku butuh kamu.”

Adit tersenyum sayu. “Ak..u ras..a wak.tu ku uda..h ga..k bany..ak lag..i..”

“Kok kamu ngomong gitu sih?”

“Jan..gan sed..ih sayan..g, mana u..capan ula..ngtah..un bu..at ak..u?” Adit mencoba tersenyum.

“Happy Birthday sayang! Kamu harus sembuh, kita rayakan ulangtahunmu sama-sama!” Rachmi mengecup bibir Adit lembut. Tubuhnya gemetar karna menahan tangis yang kian menjadi.

“Dit, maafin gue. Gue udah egois dan buat lo jadi begini.” Rindy mendekati Adit.

“Gu..e ud..ah maaf..in l..o, tolo..ng jaga..in Rachmi..ya. Lo haru..s bertema..n bai..k sam..a di..a..”

“Kenapa kamu ngomong gitu, Dit? Jangan pergi tinggalin aku! Aku butuh kamu disini.” Airmata Rachmi semakin deras mengalir.

“Ak..u saya..ng sam..a kam..u..” Perlahan Adit menutup matanya dan monitor jantung berubah menjadi garis lurus.

“Tidaaakkkkkkkkkk!!” Rachmi berteriak kencang.

Farid langsung maju dan memeluk Rachmi. “Lo yang sabar ya, hidup dan mati seseorang udah digariskan.”

Seorang dokter masuk dan mencoba alat pacu jantung untuk menolong Adit. Tapi takdir berkata lain, Adit sudah tidak bisa ditolong.

“Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.”

“Addiiiiiiiiiiiiittttt.” Rachmi jatuh pingsan ketika melihat wajah orang yang dicintainya tertutup kain putih.

Begitu naas nasib Adit, hari kelahirnya berubah menjadi hari kematiannya. Tapi itulah takdir, kita tidak bisa meramalkan hidup dan mati seseorang. Semuanya adalah kuasa sang Ilahi.