Desir berhembus mulai membelai
membelah uraian terbelah lembut
mengiringi deru kian menderu
memecah kesunyian nan rapatkan keheningan
langkahku terhenti di bawah sinar lampu jalanan malioboro
sungguh ramai kota ini, tertata rapi bak kamar sang putri.
tepat mengenai paras lelaki tua itu, bayanganku ketika aku berhenti melangkah.
inilah kehidupan, ketika seseorang mendapatkan cahaya nan indahnya
seseorang lain harus menikmati kegelapan karenanya,
membelah uraian terbelah lembut
mengiringi deru kian menderu
memecah kesunyian nan rapatkan keheningan
masih berbaring sosok lelaki tua itu
koran lusuh terkoyak pantat
keramaian kota Jogja tampak sendu
kebahagiaan terasa berbaur kotor dalam penat
gemerlap kota istimewa menyambut pelancong
indahnya malam berbias bintang tak mengusik tidurnya
beberapa kali terbangun terganggu segerombolan bencong
dalam hatinya mengaduh, sejenak dan kembali terbaring tubuhnya
Indonesia ini milik siapa?
nampak gagah berlambang garuda
nampak anggun bermahkotakan Papua
nampak gemerlap kehidupan ibu kota disana.
lantas negri ini milik siapa?
lantas negri ini milik siapa?
langkahku terhenti di bawah sinar lampu jalanan malioboro
sungguh ramai kota ini, tertata rapi bak kamar sang putri.
tepat mengenai paras lelaki tua itu, bayanganku ketika aku berhenti melangkah.
inilah kehidupan, ketika seseorang mendapatkan cahaya nan indahnya
seseorang lain harus menikmati kegelapan karenanya,
kusebut pengembarakusebut pejuang hidupmiskin bak Indonesia
renta bak tatanan hukum negri