Sebongkah Permen ~ pratamagta

Wednesday, February 27, 2013

Sebongkah Permen


tetes tetes keringat mengiringi hari
berjalan di tengah terik matahari
melantunkan nyayian suka meski hati berduka

di sebrang sana, setumpuk uang di permainkan
di sebrang sana, banyak tawa nada suka tanpa duka
di sebrang sana, sebakul nasi terbuang karna basi

duduk diam di tepi jalan
memandang terik nada menantang
tertunduk oleh kenyataan
menikmati setiap detik dengan penuh rasa lapar
tak ingat lagi bagaimana rasa kenyang

mengamen adalah halal
hanya itu yang dia tau
berjalan lemas menahan banyak hal

Negri ini kaya, negri ini jaya dan tlah merdeka
Merdeka memperdagangkan wanita
Merdeka menjual ganja
Merdeka mengantongi uang Negara
Merdeka untuk menghina dan saling mencela

masih berjalan pelan, menyeret berbagai bekal kehidupan
masih menggengam, harta terbesar yang ia dapat hari ini
sebongkah permen ini tlah di yakini
mampu membuatnya bertahan sampai esok pagi.
dan esok,berjalan lagi melawan beratnya hari