Mantan Tak Terduga ~ pratamagta

Wednesday, February 27, 2013

Mantan Tak Terduga

Pada kesempatan kali ini bukan karya saya yang saya publis melainkan karya teman saya. saya membaca ini beberapa menit yang lalu di salah satu jejaring sosial dan menurut saya tema dan cara pandang penulisannya ada yang menarik. mungkin jika teman2 jeli dalam mencermati, ada yang menarik di cerita ini dan dari tema ini jika di kembangkan akan menghasilkan karya yang sangat menarik, oleh karena itu akhirnya saya meminta ijin kepada penulisnya untuk mempublis disini :) selamat mencermati :)

Mendengar kata mantan, hampir setiap orang memiliki seseorang yang telah membekas di hatinya, apalagi kalau udah jatuh di urusan cinta cintaan… sebut saja Rani, dia seorang siswi SMA swasta disekolahnya, ia dikenal pandai bergaul dan juga sempat menjadi foto model di sebuah majalah remaja, tidak sedikit para lelaki yang jatuh cinta dengan Rani, sikapnya yang tenang lembut dan tutur kata yang halus menjadi daya tarik sendiri bagi orang yang berkomunikasi dengannya.
                Teeeeeeng, bunyi bel berbunyi,
“Ran, kamu udah ngerjain PR matematika belum, yang logaritma?” tanya anggun.
“ya udah donk, emang kenapa?
“waah aku belum ngerjain nih, ntar setelah jam istirahat kedua mesti dikumpulin ke pak habudi”
“ya tenang aja, ntar aku bantu ya” sahut Rani menawarkan bantuan”

                Selang perbincangan mereka berlalu, tiba-tiba wali kelas datang dengan seorang cowok yang putih, tinggi dan wajah yang sedikit oriental, sebut saja hartono, ia pindahan dari luar kota karena ayahnya pindah kerja, sehingga mau tidak mau ia harus ikut pindah sekolah juga.
“Anak-anak perkenalkan teman baru kalian, ia akan belajar dengan kalian selama orang tuanya bekerja di sini, silahkan nak perkenalkan dirimu” ujar wali kelas mempersilahkan Hartono untuk memperkenalkan diri.
“terimakasih bu, selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama saya Hartono, dan mohon kerjasamanya”
“nggun, itu cowok lumayan cakep juga yah, udah putih tinggi lagi” bisik Rani terhadap anggun.
“yeee kamu tuh kalau sama cowok yang agak oriental dikit ajah, matamu langsung fokus” sindir anggun.
“baik, hartono kamu duduk disamping doni ya?” perintah wali kelas
“baik bu”

                Dentuman jantung Rani pun semakin tidak karuan ketika Hartono duduk tepat dibelakang Rani, karena kebetulan bangku dibelakang Rani hanya ditempati oleh Doni, sehingga Hartono pun duduk tepat dibelakang Rani, dan Rani pun tiba-tiba merasakan ada hal yang aneh, karena sepertinya pernah mengenal Hartono.

                Teng teng teng, lonceng tanda istirahatpun berbunyi, tanda para siswa dipersilahkan istirahat, ketika bel berbunyi, Rani pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan Hartono.
“eh kenalin donk, namaku Rani” Rani menyodorkan tangannya
“loh kita udah pernah kenal kali” ujar Hartono

“Masa sih, kenal dimana?” ujar Rani karena memang tidak tahu.
                Tiba-tiba Hartono mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan foto kepada Rani,
“kamu ingat dengan foto ini?” Tanya Hartono..
Sambil menunjukkan foto dirinya dengan seorang wanita dan ternyata wanita itu adalah Rani. Rani tidak menyangka bahwa Hartono ini dulu pernah menjadi kekasihnya Rani, Rani tidak menyadarinya karena Hartono sempat operasi plastic di Malaysia karena luka bakar, sehingga ia menyamarkan namanya menjadi Hartono,
“Ya Tuhan, kamu andhika ya?” speechless
“ya itu namaku dulu, aq sempet operasi plastic di Malaysia karena luka bakar, aku tahu kita memang sudah putus dan sekarang kita bertemu lagi tanpa kita duga, namun aku tetep ingin menjadi teman dan sahabatmu”

                Akhirnya Rani pun hanya bisa menerima Andika alias Hartono sebagai Sahabat, walaupun dahulunya Hartono pernah mengisi hati Rani, mereka berdua putus karena kedua orang tua Rani tidak menyetujui Rani berpacaran dengan Hartono, karena hobby hartono yang suka balapan liar.

LIHAT NASKAH ASLI

Ditulis Oleh DIMAS