Pada kesempatan kali ini bukan karya saya yang saya publis melainkan karya teman saya. saya membaca ini beberapa menit yang lalu di salah satu jejaring sosial dan menurut saya tema dan cara pandang penulisannya ada yang menarik. mungkin jika teman2 jeli dalam mencermati, ada yang menarik di cerita ini dan dari tema ini jika di kembangkan akan menghasilkan karya yang sangat menarik, oleh karena itu akhirnya saya meminta ijin kepada penulisnya untuk mempublis disini :) selamat mencermati :)
Mendengar kata mantan, hampir setiap orang memiliki
seseorang yang telah membekas di hatinya, apalagi kalau udah jatuh di urusan
cinta cintaan… sebut saja Rani, dia seorang siswi SMA swasta disekolahnya, ia
dikenal pandai bergaul dan juga sempat menjadi foto model di sebuah majalah
remaja, tidak sedikit para lelaki yang jatuh cinta dengan Rani, sikapnya yang
tenang lembut dan tutur kata yang halus menjadi daya tarik sendiri bagi orang
yang berkomunikasi dengannya.
Teeeeeeng, bunyi bel berbunyi,
“Ran, kamu udah ngerjain PR matematika belum, yang
logaritma?” tanya anggun.
“ya udah donk, emang kenapa?
“waah aku belum ngerjain nih, ntar setelah jam istirahat
kedua mesti dikumpulin ke pak habudi”
“ya tenang aja, ntar aku bantu ya” sahut Rani menawarkan
bantuan”
Selang
perbincangan mereka berlalu, tiba-tiba wali kelas datang dengan seorang cowok
yang putih, tinggi dan wajah yang sedikit oriental, sebut saja hartono, ia
pindahan dari luar kota karena ayahnya pindah kerja, sehingga mau tidak mau ia
harus ikut pindah sekolah juga.
“Anak-anak perkenalkan teman baru kalian, ia akan belajar
dengan kalian selama orang tuanya bekerja di sini, silahkan nak perkenalkan
dirimu” ujar wali kelas mempersilahkan Hartono untuk memperkenalkan diri.
“terimakasih bu, selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama
saya Hartono, dan mohon kerjasamanya”
“nggun, itu cowok lumayan cakep juga yah, udah putih tinggi
lagi” bisik Rani terhadap anggun.
“yeee kamu tuh kalau sama cowok yang agak oriental dikit
ajah, matamu langsung fokus” sindir anggun.
“baik, hartono kamu duduk disamping doni ya?” perintah wali
kelas
“baik bu”
Dentuman jantung Rani pun semakin tidak karuan ketika Hartono duduk
tepat dibelakang Rani, karena kebetulan bangku dibelakang Rani hanya ditempati
oleh Doni, sehingga Hartono pun duduk tepat dibelakang Rani, dan Rani pun
tiba-tiba merasakan ada hal yang aneh, karena sepertinya pernah mengenal
Hartono.
Teng
teng teng, lonceng tanda istirahatpun berbunyi, tanda para siswa dipersilahkan
istirahat, ketika bel berbunyi, Rani pun memberanikan diri untuk berkenalan
dengan Hartono.
“eh kenalin donk, namaku Rani” Rani menyodorkan tangannya
“loh kita udah pernah kenal kali” ujar Hartono
“Masa sih, kenal dimana?” ujar Rani karena memang tidak
tahu.
Tiba-tiba Hartono mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan foto kepada
Rani,
“kamu ingat dengan foto ini?” Tanya Hartono..
Sambil menunjukkan foto dirinya dengan seorang wanita dan
ternyata wanita itu adalah Rani. Rani tidak menyangka bahwa Hartono ini dulu
pernah menjadi kekasihnya Rani, Rani tidak menyadarinya karena Hartono sempat
operasi plastic di Malaysia karena luka bakar, sehingga ia menyamarkan namanya
menjadi Hartono,
“Ya Tuhan, kamu andhika ya?” speechless
“ya itu namaku dulu, aq sempet operasi plastic di Malaysia
karena luka bakar, aku tahu kita memang sudah putus dan sekarang kita bertemu
lagi tanpa kita duga, namun aku tetep ingin menjadi teman dan sahabatmu”
Akhirnya Rani pun hanya bisa menerima Andika alias Hartono sebagai
Sahabat, walaupun dahulunya Hartono pernah mengisi hati Rani, mereka berdua
putus karena kedua orang tua Rani tidak menyetujui Rani berpacaran dengan
Hartono, karena hobby hartono yang suka balapan liar.
LIHAT NASKAH ASLI
LIHAT NASKAH ASLI
