Maafkan Aku ~ pratamagta

Sunday, March 29, 2015

Maafkan Aku

Sebuah pepatah mengatakan setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Setiap sesuatu yang datang pasti akan pergi. Setiap yang lahir pasti akan mati. Tidak ada yang tetap di dunia ini, semuanya akan berubah. Yang Maha Kekal hanyalah Allah SWT. Hal itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾

Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan (yang) tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Q.S. Ar-Rahmaan (55):26-27)

Hidup ini memang terkadang tidak bisa memilih. Kita tidak bisa menghindar dari bagian pahit dari kehidupan. Sesuatu ketika seseorang harus pergi dari sahabatvdan orangborang yang sangat dicintainya.

Karena itu semua adalah bagian dari kehidupan kita. Semuanya harus diterima dengan lapang dada sebagaimana ketika pertama kali menerima orang yang dicintai tersebut. Memang sudah menjadi sunnatullah bahwa sesuatu itu ada dan tiada. Berawal dari tidak ada kemudian jadi ada dan terakhir nantinya akan kembali menjadai tiada. Itu adalah hal yang sudah pasti dan tidak ada yang bisa menawar atau menghindar.

Namun terkadang banyak diantara kita yang tidak bisa melihat dari sisi yang lain dari kepergian kita . Kita biasanya hanya melihat dari sisi ‘kita’nya tanpa berusaha melihat dari sisi-sisi lainnya, sehingga ketika ada sahabat kita telah pergi, kita langsung mengukur dan menilainya berdasar sudut pandang kita.

Maka ketika hal itu tidak sesuai dengan keinginan atau bertentangan dengan apa yang kita harapkan, tentu kita tidak akan begitu saja menerima apa yang telah terjadi itu. Kita sering kali menyalahkan orang lain atau sesuatu faktor lain atas kepergian kita, bahkan tidak jarang ada orang yang secara tidak tahu diri dan begitu sombongnya sampai-sampai berani menyalahkan Allah SWT. Sungguh malang nasib orang seperti itu. Naudzubillah min dzaalik.” 😢

Hendaknya kita baik yang pergi ataupun yg dibtinggal pergi. Saling berterimakasih, mendoakan untuk kesuksesan dan tetap di jalan Allah SWT setra saling meminta maaf agar tidak memelihara rasa sakit hati dan dapat berpisah dengan tenang.

Sakit hati, mengapa terus dipelihara?!… Tidakkah kita harus segera mengobatinya?!

Tidak seperti ketika sakit di badannya… seringkali seseorang malah ‘memelihara’ sakit hatinya, padahal harusnya dia bisa segera mengobati lara hatinya itu, sebagaimana dia bisa segera mengobati sakit badannya.

Dan diantara obat pelipur lara hati yang PALING ampuh adalah dengan MEMAAFKAN kesalahan orang yang menyakiti kita… karena itulah sumber dan sebab utama sakitnya hati kita, oleh karenanya ketika sumber sakitnya sudah teratasi, maka tentunya sakit hati kita akan hilang dengan sendirinya.

Seringkali seseorang tidak mau, atau gengsi, atau merasa rugi untuk memaafkan orang lain, padahal sebenarnya dengan begitu dia akan rugi sendiri, karena hatinya akan sakit, tersiksa, dan TERBEBANI terus-menerus.

Seringkali seseorang TIDAK INGIN memaafkan kesalahan orang lain, kecuali bila orang tersebut yang meminta maaf kepadanya, padahal apakah dia akan melakukan hal yang sama saat badannya disakiti orang lain?! Apakah dia mau menunggu hingga orang lain mau mengobati sakit di badannya?! Tentunya tidak.

Maafkanlah kesalahan orang lain… karena dia sama sekali tidak akan mampu mengubah TAKDIR tanda…

Maafkanlah dia… karena Allah menjanjikan pahala yang tiada tara kepada Anda: “Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya itu Allah (yang menentukannya)”. [QS. Asy-Syuro: 40].

Maafkanlah dia… karena Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda: “Maafkanlah, dan berlapang dadalah! Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?!” [QS. Annur: 22].

Maafkanlah dia… bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan Anda lebih tinggi darinya… Anda yang disalahi, bukan orang yang menyalahi…

Maafkanlah dia, agar sakit hati Anda segera hilang… Agar hati Anda menjadi lapang, ringan, dan bahagia… 

Maafkanlah aku.
Teman teman dan saudaraku, maafkanlah segala kesalahan yg pernah aku perbuat baik ygbaku sengaja maupun yang tak aku sengaja. Terimakasih untuk pelajaran, ilmu dan kebersamaan selama ini.

#pratamagta
Sumber Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA,
via bbg-alilmu.com