Setangkai mawarku telah Pergi ~ pratamagta

Tuesday, July 23, 2013

Setangkai mawarku telah Pergi

Langkah kaki itu sayup samar menjauh
melangkah hilang di pekat malam

setangkai mawarku telah pergi
penuh ter iris pedih
penuh luka sayatan hati
bergerak pelan aku menahan setiap luka

air mata mengalir mengiringi setiap detak kepedihan
raut muka menyatu dengan debu, membaur bersama gumpalan duka

tuhan, aku mencintainya
dalam setiap aliran darah
dalam setiap nada yang aku cipta

tuhan aku merindukan hatinya
dalam setiap detupan jantung
di setiap hembusan nafas

setangkai mawarku memilih pergi
dan aku masih saja memilih tuk berduka
karna aku sadar
aku sangat mencintainya.